Karburator PE 28 di Yamaha Scorpio

 

Yamaha Scorpio

Image

 

Karburator PE 28

Yamaha Scorpio dari pabrikannya memang mengadopsi karburator tipe Vacuum yang dikenal efisien. Cara kerjanya beda dengan Karbu konvensional pada umumnya. Pada Karburator tipe Vacuum, gerak naik turunnya skep dimainkan oleh karet membran yang punya bahasa kerennya yaitu DIAPRAGHM (code: 5BP-14940-00) Gbr. 1 Part no.18. Beda dengan konvensional, dimana naik turunnya skep langsung digerakan oleh tarikan kabel throttle.

carburetor-scorpio1

Karburator tipe vacuum sangat mengharuskan kebersihan udara yang masuk. Sehingga tidak disarankan filter udara dilepas bila menggunakan karbu vacuum. Kebersihan filter pun perlu dijaga. Kenapa demikian? karena bila udara yang masuk membawa partikel debu. Selain akan menutup lubang-lubang main jet/pilot jet. Partikel debu itupun rentan menggores dinding skep yang terlapis lapisan teflon hitam. Selain partikel debu, akibat umur pemakaian pun dinding skep berlapis ini lama kelamaan akan tergores. Akibatnya ke-vacuum-an menjadi berkurang, sehingga naik turunnya skep tidak lagi sempurna. Dampak yang terasa adalah motor terasa “endut-endut” an disaat RPM rendah. Yang bikin “bete” disaat jalan macet, seperti naik kuda karena motor tidak berjalan mulus di RPM rendah.
Selain skep yang tergores akibat kotoran/partikel debu, umur pemakaian dan penangan yang salah saat melakukan service seringkali membuat membran Vacuum tergores dan robek. Bila robekan karet Vacuum kecil selubang jarum, masih bisa diakali dengan tetesan lem powerglue sedikit saja asal menutup lubang tsb. Tujuannya agar ke-vacuum-an tetap bisa diperoleh. Yang akan membuat kerja naik turun skep tidak terpengaruh.
Namun bila kedua part tersebut yaitu Skep yang tergores parah (hilangnya lapisan teflon hitam) dan karet vacuum yang berlubang bahkan robek. Fungsi karburator dijamin tidak lagi sempurna. Motor tidak enak untuk dibawa pada RPM rendah, bensin jadi boros sehingga tidak lagi efisien. Bila sudah demikian tidak ada pilihan lain selain LEM BIRU “lempar beli baru”. Namun jangan kaget bro saat memutuskan untuk beli baru. Part yang ber nomor urut 18 dalam gambar di atas, memiliki harga jual senilai Rp.671,000 per 1 Feb 2010. Alternatif lain, mengganti karet membran dengan produk KW alias imitasinya seperti yang diulas dalam web ini juga hanya seharga 10% dari harga original. Namun hanya dapat karetnya saja tidak berikut skep-nya. Tapi tetap saja, hasilnya masih jauh dari kesempurnaan.
karbu-pe28

Bukan orang Indonesia namanya bila tidak punya solusi. Alternatif lain adalah mengganti Karburator dengan tipe lain. Ada beberapa Karburator yang dijadikan alternatif pilihan. Misalkan Karburator Rx King berventuri 26, Karbu NSR SP PE28, PWK, PWL dsb. Kembali semua kepada urusan kantong, kemudahan pemasangan dan penyetingan.
Dari acuan di atas, pilihan banyak dijatuhkan kepada Karburator tipe PE 28. Namun karena sangat laris dipasaran, produk ini banyak versinya. Dari versi original masih dikisaran 2 juta lebih, versi Thailand sekitar 500-600rb atau versi cungko dibawah 500rb. Tentunya “ono harga ono rupo” kata wong jawi….. Nanti disesi lain akan kami berikan tips mencirikan mana produk asli, mana yang Thailand dan mana yang cungko.

Karbu PE 28 Thailand banyak yang menjadi pilihan. Selain harga masih relatif terjangkau, barang mudah ditemui dipasaran, dan setingnya masih cukup relatif mudah. Untuk bisa men”cangkok” sang PE 28 di intake manifol 

karbu-pe28-di-scorpio1

Yamaha Scorpio perlu dibuatkan adaptor. Fungsinya agar mangkuk karbu tidak mentok dengan starter elektric Yamaha Scorpio. Ketebalan adaptor sekitar 1-1.5cm dengan bahan terbuat dari alumunium. Namun perlu diingat, saat membuat adaptor perlu dibuatkan untuk pemasangan o-ring seperti halnya yang terdapat pada intake manifold. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kebocoran.

karbu-pe28-di-scorpio2

Karbu PE 28 cukup diminati, karena sistem konvensional diakui memiliki tingkat responsifitas yang cukup tinggi dibanding model Vacuum. Paling disukai oleh para rider yang suka kecepatan. Naik turun skep dimainkan oleh tarikan kabel gas akibat buka-tutup grip throttle. Walau diakui bahwa walau pemasangan relative mudah, namun butuh setingan yang pas agar enak dipakai untuk harian. Penggantian “jetting” untuk main jet dan pilot jet menjadi suatu keharusan. Disini yang terkadang membuat sebagian orang putus asa. Karena motor menjadi boros, akibat tidak diperoleh keakuratan setingan karbu. Memang untuk setingan karbu yang benar adalang menggunakan alat guna mengukur AFR (Air Fuel Ratio) sehingga bisa dengan tepat menentukan perbandingan antara Udara dan Fuel/Bensin.

Namun untuk memudahkan acuan seting, ada yang memperoleh setingan yang pas pada ukuran mainjet 115 dan pilot jet 42 dengan putaran airscrew, satu seperempat setelah diputar mentok ke kanan. Tentunya kondisi motor masih dalam keadaan standar alias belum dioprek seperti polish dsb. Sehingga bila sudah mengalami perubahan, tentunya akan beda lagi setingan tersebut sesuai kebutuhan mesin.
Silakan bereksperimen demi memuaskan hasrat meng-oprek sang kalajengking

 
Cara Memasang Karbu PE 28
 
1. Copot Karbu Vakum Yamaha Scorpio (Mikuni 30mm), dengan cara buka baut klep dibagian manifold dan baut klep dibagian filter. Setelah itu lepas selang bensin yang ada pada sisi sebelah kiri. Baru deh karbu digoyang-goyang dikit sambil didorong kekanan dan kekiri sampai karbu bisa lepas. (kalau mau lebih leluasa bisa copot tangki dulu). Oiya kalau mau lebih mudah, langsung aja buka manifoldnya, jadi karbu lebih mudha untuk dikeluarkan.
2. Siapkan Karbu PE 28. Pertama pasang dulu alumunium dibagian depan karbu (bagian yang masuk kemanifold) biar nanti kalau dipasang dimanifold gak oblak, karena moncong depan karbu ini lebih kecil daripada moncong karbu aslinya. Jadi daripada beli manifold khusus PE, mending bikin aja alumunium atau bisa juga pake selang bekas yang ukuran diameter dalamnya sama dengan moncong depan karbu PE ini.
Setelah itu lem dikit pake alteco biar gak ada kebocoran.
3. Copot manifoldnya, lalu tambahkan spacer didepan manifold, hal ini dimaksudkan agar saat pemasangan karbu, karbu PE ini tidak mentok pada dinamo, sehingga perlu spacer ini.Jadi posisinya kalau diurut dari depan : Silinder head (mesin) > Spacer > Manifold > Karbu > Filter. Oiya, siapkan baut 8mm dengan panjang sekitar 4cm (kalau baut aslinya kan cuma 2cm).
4. Setelah manifold + spacer terpasang, langkah selanjutnya adalah pemasangan Karbu PE. Gampang kok masangnya tinggal digoyang2 dikit sambil didorong2 sampe masuk aja ke lubang manifold. Btw, sebelumnya Karbu PE nya disetting dulu ya spuyernya. MJ/PJ aslinya sekitar 150/42. Kalo saya pake MJ rojokan (ukuran sekitar 130, nemu aja soalnya, hahhaa) trs PJ pake asli 42s.
5. Ok setelah karbu kepasang, tinggal sesuaiin kabel gasnya. Bisa pake Kabel gas aslinya, tapi ya kawat gasnya harus diganti yang lebih panjang. Jadi kabel gasnya tetep pake punya Pio, tapi kawat didalam kabel itu harus diganti yang lebih panjang. Posisi paling pas kabel ini adalah lewat dibawah tangki, kabel diletakkan tepat diatas rangka (tenang aja gak bakal kegencet tangki kok), trs kepala karbu tepat berada dibelakang Koil. Kalau selain posisi diatas dijamin gak bisa, kecuali karbu mau dimiring-miringkan.
6. Setelah semua kepasang, selanjutnya pasang filter belakang (kalau gak dipasang gpp sih, tapi kalau saya sayang skepnya, nanti baret, karbu mahal nih :p ).
7. Langkah terakhir adalah setel setelan anginnya, cari yang pas, sekitar 2 putaran. Gini cara setel anginnya : puter setelan angin ke kanan searah jarum jam (ni posisi nutup) ampe mentok trus tahan rpm di 3000rpm sambil setelan angin diputar ke kiri (berlawanan arah jarum jam, ni artinya ngebuka). Puter pelan2 ampe didapat putaran mesin tertinggi petama kali.

Kelebihan & Kekurangan

Pemakaian PE ini membuat pelintiran gas sedikit lebih berat dibanding pakai kabel gas std FYI saya pakai kabel gas Vespa. Tenaga yang dihasilkan galak sekali di putaran bawah, lebih responsif dibanding karbu standar Scorpio. Tenaga bawah sangat galak banget. Sampai RPM 6000-7000 tenaga motor sama seperti karbu STD.

Test lagi dengan buka gas tiba-tiba di RPM 5000 power langsung terisi lagi, tidak ada gejala brebet atau telat seperti karbu standar. Eksperimen berikut nya dengan buka gas tiba-tiba di RPM 5000an sampai masuki limiter di 11500 RPM, tenaga langsung berisi namun pas RPM 8000-TOP power terasa flat, beda dibanding karbu standar yang masih ngisi power nya.

Kesimpulannya ialah, pemakaian PE 28 di Scorpio memang membuat tarikan lebih spontan dibanding karbu standar, namun hambatannya di TOP nya tenaga kurang ngisi seperti karbu standar Scorpio. Analisanya karena venturi PE 28 hanya 28mm, sedangkan karbu standar 30mm, jadi lebih galak untuk top speed nya memakai karbu STD. Mungkin bisa diakali dengan reamer karbu PE28 menjadi 30MM atau dengan pemakaian karbu PE28 yang sudah dibuat di Thailand dengan venturi 30mm, atau bisa juga dengan pemakaian karbu PWK 28 karena terdapat Power jet yang memberi semprotan bensin lagi di putaran2 Atas nya.

2 thoughts on “Karburator PE 28 di Yamaha Scorpio

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s